Karena itu, semakin banyaknya model elektrifikasi yang hadir di pasar diyakini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap teknologi kendaraan yang lebih efisien.
“Jadi mempercepat elektrifikasi lagi,” ujarnya.
Persaingan Semakin Ketat
Meski menyambut positif kehadiran pemain baru, Anton mengakui persaingan di segmen hybrid dan PHEV akan semakin ketat.
Namun, ia tetap optimistis terhadap posisi Toyota yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi hybrid di pasar global.
“Jadi kita juga masih melihat, masih menunggu kira-kira seperti apa,” kata Anton.
Menurutnya, persaingan di industri otomotif tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk maupun harga jual semata.
Dealer, Aftersales, dan Suku Cadang Jadi Pertimbangan
Anton menjelaskan bahwa keputusan konsumen dalam membeli kendaraan juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari jaringan dealer, layanan purnajual (aftersales), ketersediaan suku cadang, hingga nilai jual kembali kendaraan.
“Kompetisi otomotif kan tidak hanya masalah produknya. Ini adalah masalah kesiapan dari dealernya, kesiapan dari aftersales-nya, kesiapan dari spare partsnya, hingga mobil bekasnya,” ujarnya.
Ia menambahkan Auto2000 akan terus memperkuat edukasi kepada konsumen mengenai karakteristik produk serta keunggulan layanan yang dimiliki Toyota.
Nilai Jual Kembali Jadi Keunggulan
Anton juga menilai harga bukan satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat membeli kendaraan.
Menurutnya, banyak konsumen yang mempertimbangkan nilai yang akan diperoleh selama masa kepemilikan kendaraan, termasuk potensi nilai jual kembali di masa mendatang.

