Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan pada pembuluh darah meningkat.

2. Terapkan Pola Makan Sehat

Salah satu pola makan yang banyak direkomendasikan bagi penderita hipertensi adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

Diet ini menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, protein rendah lemak, serta produk susu rendah lemak.

Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak jenuh, makanan olahan, dan makanan tinggi garam dianjurkan untuk dibatasi.

3. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik yang kurang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Salah satu latihan yang disebut bermanfaat adalah latihan isometrik, seperti wall-sit atau latihan menahan beban yang bertujuan memperkuat otot paha depan.

Selain itu, berbagai aktivitas fisik sederhana juga dapat membantu apabila dilakukan secara rutin, seperti:

  • Jalan cepat
  • Berenang
  • Bersepeda
  • Yoga
  • Latihan beban ringan

4. Jaga Berat Badan Ideal

Kenaikan berat badan sering kali diikuti peningkatan tekanan darah karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Pedoman European Society of Hypertension menempatkan pengendalian berat badan sebagai salah satu langkah penting dalam penanganan hipertensi.

5. Batasi Alkohol dan Hindari Rokok

WHO menyebut konsumsi alkohol berlebihan sebagai salah satu faktor risiko tekanan darah tinggi.

Selain dapat meningkatkan tekanan darah, alkohol juga berpotensi mengurangi efektivitas pengobatan hipertensi.