JAKARTA – Komunikasi melalui pesan singkat kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa tatap muka secara langsung, sering kali sulit mengetahui apakah seseorang sedang berkata jujur atau menyembunyikan sesuatu.

Meski tidak ada metode yang benar-benar akurat untuk mendeteksi kebohongan melalui chat, sejumlah penelitian dan pengamatan perilaku menunjukkan adanya pola tertentu yang kerap muncul saat seseorang tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Berikut beberapa ciri orang berbohong lewat chat yang patut diperhatikan.

1. Respons Terasa Lebih Lama dari Biasanya

Salah satu tanda yang cukup sering ditemukan adalah jeda waktu yang lebih panjang saat membalas pesan. Sebuah studi yang dikutip dari WikiHow menyebutkan bahwa seseorang yang sedang berbohong cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons pertanyaan.

Hal tersebut terjadi karena mereka perlu menyusun jawaban yang dianggap meyakinkan. Meski demikian, respons yang lambat tidak selalu menjadi indikasi kebohongan karena bisa saja seseorang sedang sibuk atau berusaha memberikan jawaban yang lebih tepat.

2. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Orang yang tidak ingin mengungkapkan kebenaran biasanya berusaha menghindari pembahasan tertentu. Salah satu caranya adalah dengan mengubah arah percakapan ke topik lain yang tidak berkaitan.

Sering kali mereka justru balik mengajukan pertanyaan atau membuka pembahasan baru agar fokus lawan bicara beralih dari topik utama.

3. Memberikan Jawaban Terlalu Panjang dan Rumit

Pertanyaan sederhana umumnya cukup dijawab secara singkat dan jelas. Namun, seseorang yang sedang berbohong terkadang memberikan penjelasan yang sangat panjang dan detail.

Mereka berusaha menambahkan banyak informasi agar ceritanya terdengar lebih meyakinkan. Dalam beberapa kasus, mereka juga bisa terlihat mengoreksi atau mengubah bagian cerita di tengah percakapan.

4. Jarang Menggunakan Kata Ganti Orang Pertama

Menurut Science of People, orang yang berkata jujur biasanya lebih sering menggunakan kata ganti orang pertama seperti “saya” atau “aku” ketika menjelaskan sesuatu.

Sebaliknya, orang yang berbohong cenderung menjaga jarak dari pernyataannya dengan menggunakan kalimat yang lebih umum atau normatif. Misalnya, mereka lebih memilih mengatakan bahwa suatu perilaku adalah hal yang biasa dilakukan banyak orang daripada mengakui tindakan mereka sendiri.

5. Sulit Memberikan Penilaian yang Bersifat Abstrak

Saat seseorang menciptakan cerita yang tidak benar, sebagian besar fokusnya digunakan untuk menjaga konsistensi cerita tersebut. Akibatnya, mereka lebih mudah memberikan jawaban yang konkret dan sederhana dibandingkan penjelasan yang bersifat reflektif atau abstrak.

Mereka biasanya hanya menyampaikan fakta-fakta dasar tanpa mampu menggambarkan suasana, perasaan, atau penilaian yang lebih mendalam terhadap suatu peristiwa.

6. Terlalu Sering Menggunakan Emoji sebagai Jawaban

Penggunaan emoji memang menjadi hal yang lumrah dalam percakapan digital. Namun, ketika seseorang terus-menerus menggunakan emoji untuk menjawab pertanyaan penting, hal itu bisa menjadi tanda bahwa ia sedang menghindari jawaban yang jelas.

Misalnya, pertanyaan terkait tanggung jawab atau pekerjaan hanya dibalas dengan emoji jempol, senyum, atau tertawa tanpa penjelasan yang tegas.

Meski demikian, tanda-tanda di atas tidak dapat dijadikan patokan mutlak bahwa seseorang sedang berbohong. Setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda.

Cara terbaik untuk memastikan kebenaran suatu informasi tetap dengan melakukan konfirmasi, mengajukan pertanyaan lanjutan, dan memahami konteks percakapan secara menyeluruh.