Pemanasan dapat dilakukan dengan peregangan, jalan santai, maupun gerakan ringan lainnya.

2. Pilih Olahraga dengan Interval Pendek

Olahraga yang membutuhkan daya tahan tinggi seperti maraton, hiking, futsal, sepak bola, badminton, atau aerobik tanpa jeda dapat memicu gejala asma pada sebagian orang.

Aktivitas tersebut membuat tubuh terus bergerak sehingga napas menjadi lebih berat. Karena itu, penderita asma sebaiknya tidak memaksakan diri berolahraga dalam durasi terlalu lama.

Berikan jeda untuk beristirahat dan mengatur napas selama berolahraga.

Sebagai alternatif, pilih olahraga dengan pola interval pendek seperti jalan cepat, berenang, bersepeda ringan, yoga, atau pilates.

3. Coba Latihan Strength Training

Latihan kekuatan atau strength training juga dapat menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita asma.

Beberapa latihan seperti angkat beban, squat, plank, push up, maupun resistance band umumnya tidak terlalu membebani sistem pernapasan dibanding olahraga kardio berdurasi panjang.

Selain itu, latihan ini dilakukan dalam repetisi singkat disertai jeda sehingga tubuh tidak cepat kelelahan.

4. Hindari Pemicu Asma

Penderita asma perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat berolahraga. Tempat dengan kualitas udara buruk atau tingkat polusi tinggi dapat memicu gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko sesak.

Selain itu, udara yang terlalu dingin, kering, berdebu, maupun berasap juga dapat menjadi pemicu kambuhnya asma pada sebagian orang.

5. Selalu Bawa Inhaler atau Obat Asma

Gejala asma terkadang muncul secara tiba-tiba dan sulit diprediksi. Karena itu, penderita asma disarankan selalu membawa inhaler atau obat yang diresepkan dokter saat berolahraga.