Sementara itu, penyaluran kredit SeaBank juga mengalami peningkatan sebesar 40,83 persen secara tahunan menjadi Rp34,80 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,71 triliun.

Penyaluran kredit SeaBank difokuskan pada segmen ritel individual melalui produk direct lending serta kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan multifinance dan mitra lending partner.

Di sisi lain, SeaBank tetap menjaga penerapan manajemen risiko dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang terkendali di level 1,56 persen.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang, SeaBank juga memastikan kecukupan modal tetap kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,88 persen pada akhir kuartal I 2026.

“Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden. Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga, komitmen yang kami penuhi, dan nilai yang terus kami ciptakan bersama,” pungkas Sasmaya.