Mengutip Mouth To Gut, tubuh umumnya kehilangan sekitar 30-40 ml darah selama periode menstruasi normal. Jumlah tersebut dapat mengandung sekitar 15-20 mg zat besi.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain tubuh terasa sangat lemas, pusing, detak jantung tidak teratur, hingga kulit tampak pucat. Jika mengalami kondisi tersebut, pemeriksaan ke dokter disarankan.
4. Gangguan Tidur
Penelitian dari Sleep Medicine Research menjelaskan bahwa kurang tidur akibat gejala menstruasi maupun perubahan hormon dapat memicu kelelahan.
Kondisi tersebut membuat tidur menjadi kurang nyenyak, mudah terbangun, bahkan dapat memicu mimpi buruk.
Untuk membantu mengatasinya, penting menjaga pola tidur yang baik, seperti tidur dan bangun di jam yang sama, mengurangi aktivitas berat sebelum tidur, serta memberikan waktu tubuh untuk beristirahat.
5. Kondisi Kesehatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, rasa lelah saat menstruasi juga dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu.
Masalah seperti endometriosis, fibroid rahim, hingga gangguan tiroid seperti hipotiroidisme dapat menyebabkan kelelahan yang lebih berat. Biasanya, kondisi tersebut disertai gejala lain seperti nyeri hebat atau perdarahan berlebihan.
Jika rasa lelah terasa ekstrem, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Kelelahan saat menstruasi merupakan kondisi nyata yang dipengaruhi berbagai faktor dalam tubuh. Dengan memahami penyebabnya, mulai dari perubahan hormon hingga kualitas tidur, perempuan dapat mengambil langkah yang tepat untuk membantu mengelola kondisi tersebut.

