JAMBI – Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mendorong percepatan pembangunan jalan dua jalur di ruas Simpang Mendalo hingga Exit Tol Pijoan (Stadion Swarnabhumi), Kabupaten Muaro Jambi. Usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi pada Kamis (7/5/2026).
Rapat digelar sebagai tindak lanjut usulan penanganan ruas jalan nasional yang dinilai semakin padat dan rawan kecelakaan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan pendidikan dan akses utama lintas Sumatera tersebut.
Edi Purwanto mengatakan, pembangunan jalur dua menjadi kebutuhan mendesak karena kawasan Mendalo kini berkembang menjadi pusat pendidikan dan aktivitas ekonomi.
“Di kawasan ini ada dua kampus besar, yakni Universitas Jambi dan UIN STS Jambi. Selain itu terdapat SMA Negeri 1 Muaro Jambi, SMA Titian Teras, MAN Insan Cendekia, hingga Stadion Swarnabhumi bertaraf internasional,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah mahasiswa dari dua perguruan tinggi negeri tersebut telah mencapai sekitar 57 ribu orang sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
Ia menyebut, pemerintah menargetkan feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) dapat diselesaikan tahun ini agar proses pembangunan bisa dipercepat.
“Ini program extraordinary yang harus segera dilakukan percepatan,” katanya.
Jalur Strategis dan Rawan Kecelakaan
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, Dedy Hariadi, menjelaskan ruas Simpang Mendalo–Pijoan merupakan bagian penting dari jalur Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Jambi dengan Riau, Sumatera Barat, hingga wilayah utara Sumatera.
Selain menjadi akses menuju kampus dan kawasan permukiman, ruas tersebut juga dilalui angkutan batu bara serta menjadi penghubung utama Jalan Tol Trans Sumatera dengan Kota Jambi.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, mengungkapkan bahwa ruas tersebut sudah mengalami over capacity dan masuk kategori blackspot atau titik rawan kecelakaan.
“Dalam kurun waktu 2024 hingga 2026 saja, sudah terjadi 88 kecelakaan dengan 12 korban jiwa,” ungkapnya.
Ia menilai kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama saat jam kerja, jam kuliah, dan aktivitas mahasiswa di kawasan kampus Mendalo.
“Pembangunan jalur II adalah kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Pemkab Muaro Jambi Dukung Penuh
Bupati Bambang Bayu Suseno menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, kapasitas jalan saat ini sudah tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Dalam satu jam saja ada sekitar 400 sampai 700 kendaraan melintas. Solusinya memang pembangunan dua jalur,” katanya.
Ia berharap proyek tersebut nantinya mendapat dukungan pembiayaan dari APBN melalui sinergi pemerintah daerah, DPR RI, dan Kementerian PU.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kemungkinan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.
