Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi sektor pangan untuk menyusun langkah yang lebih terarah dalam meningkatkan produksi pangan lokal.

Menurut Ivan, dukungan pemerintah melalui APBD maupun program strategis lainnya sangat diperlukan agar petani memiliki kemampuan dan motivasi untuk meningkatkan produksi beras, cabai, dan berbagai komoditas pangan lainnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menilai program ketahanan pangan nasional perlu diperkuat melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Selain sektor pertanian, Ivan melihat potensi besar dari pengembangan integrasi perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi di Jambi.

Dengan luas perkebunan sawit yang mencapai sekitar 1,2 juta hektare, ia menilai setiap hektare lahan berpotensi dimanfaatkan untuk memelihara dua ekor sapi.

Konsep tersebut dinilai mampu meningkatkan populasi ternak sekaligus memberikan manfaat lingkungan. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan pelepah sawit dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Bagi Ivan, langkah tersebut bukan hanya menjadi solusi ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian pangan daerah dalam jangka panjang.

Dengan produksi pangan yang lebih kuat dari dalam daerah, ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat lebih mudah dijaga.

Ivan menegaskan DPRD Provinsi Jambi akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum besar seperti Hari Raya Idul Adha.