JAMBI – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan daerah guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut Ivan, pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar masyarakat dapat menjalani perayaan hari besar keagamaan tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan pangan maupun lonjakan harga.
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan dari Bulog dan Bank Indonesia, kondisi stok pangan di Provinsi Jambi saat ini masih dalam kategori aman. Bulog dinilai mampu menyiapkan sekitar satu ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.
Selain itu, harga sejumlah komoditas pangan, termasuk minyak goreng, juga masih terpantau relatif stabil.
Meski demikian, Ivan mengingatkan bahwa Jambi masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Komoditas cabai, misalnya, masih banyak dipasok dari Berastagi, Sumatera Utara. Sementara kebutuhan sapi sebagian besar didatangkan dari Lampung.
Menurutnya, ketergantungan terhadap daerah lain membuat Jambi rentan terhadap gangguan distribusi dan berdampak pada harga jual yang lebih tinggi akibat biaya transportasi, tarif tol, serta penyusutan barang selama perjalanan.
“Kita harus mulai memikirkan bagaimana kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri, sehingga Jambi tidak terus bergantung dari luar,” ujar Ivan Wirata.
Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi sektor pangan untuk menyusun langkah yang lebih terarah dalam meningkatkan produksi pangan lokal.
Menurut Ivan, dukungan pemerintah melalui APBD maupun program strategis lainnya sangat diperlukan agar petani memiliki kemampuan dan motivasi untuk meningkatkan produksi beras, cabai, dan berbagai komoditas pangan lainnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menilai program ketahanan pangan nasional perlu diperkuat melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain sektor pertanian, Ivan melihat potensi besar dari pengembangan integrasi perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi di Jambi.
Dengan luas perkebunan sawit yang mencapai sekitar 1,2 juta hektare, ia menilai setiap hektare lahan berpotensi dimanfaatkan untuk memelihara dua ekor sapi.
Konsep tersebut dinilai mampu meningkatkan populasi ternak sekaligus memberikan manfaat lingkungan. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan pelepah sawit dapat digunakan sebagai pakan ternak.
Bagi Ivan, langkah tersebut bukan hanya menjadi solusi ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian pangan daerah dalam jangka panjang.
Dengan produksi pangan yang lebih kuat dari dalam daerah, ketergantungan terhadap pasokan luar dapat dikurangi dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat lebih mudah dijaga.
Ivan menegaskan DPRD Provinsi Jambi akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum besar seperti Hari Raya Idul Adha.

