Jakarta — Masalah kesehatan pada anak kerap bermula dari kondisi yang dianggap sepele, salah satunya gigi berlubang.

Meski terlihat ringan, gigi berlubang dapat menjadi pintu masuk berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk infeksi pada jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSPI, Yovi Kurniawati, mengingatkan bahwa kuman dari gigi berlubang bisa masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.

Munculnya Vegetasi pada Katup Jantung

Bahaya muncul ketika kuman tersebut menempel pada bagian jantung. Kumpulan mikroba, fibrin, dan trombosit kemudian membentuk kondisi yang dikenal sebagai vegetasi pada katup jantung.

“Vegetasi itu biasanya akan berjalan terus sampai kalau dia (kuman) tidak bisa ditangani,” ujar Yovi dalam temu media di Jakarta, Kamis (7/5).

Jika tidak segera ditangani, vegetasi dapat merusak katup jantung dan menyebabkan kebocoran berat atau infektif endokarditis.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Yovi menjelaskan ada sejumlah gejala yang perlu diperhatikan orang tua ketika infeksi gigi mulai memengaruhi kondisi jantung anak, di antaranya:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun
  • Anak mengalami sesak napas
  • Tubuh tampak sangat lesu atau lethargic
  • Anak merasa lemas tanpa sebab yang jelas

Penanganan kondisi tersebut memerlukan waktu yang tidak singkat. Pasien umumnya harus menjalani terapi antibiotik selama empat hingga enam minggu.

Proses pengobatan juga sering melibatkan kerja sama antara dokter jantung dan dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Pencegahan menjadi langkah utama, terutama bagi anak dengan riwayat penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan gigi secara rutin dinilai penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat.

“Sebelum terjadi infeksi, kita sudah harus suruh anak ini kontrol. Apakah giginya teratur, ada tidak yang bolong atau berlubang. Jika ada, harus segera dirawat jangan sampai terjadi infeksi berat,” kata Yovi, melansir Antara.

Data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Dari 4,8 juta anak sekolah yang diperiksa selama Januari hingga Mei 2026, sekitar 1,1 juta anak diketahui mengalami gigi berlubang.

Selain itu, pemeriksaan juga menemukan sebanyak 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah dan 239.000 anak mengalami penumpukan kotoran telinga.

Melihat tingginya angka tersebut, orang tua diimbau lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak. Penanganan gigi berlubang sejak dini penting dilakukan untuk mencegah infeksi menyebar ke organ vital lainnya.