Selain sektor kesehatan, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu. Sementara itu, kolaborasi dengan Indonesia Heritage Agency diarahkan untuk pengembangan perpustakaan dan ruang pembelajaran publik di Museum Nasional.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa Danantara Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Gates Foundation dalam membangun pengembangan kelembagaan dan tata kelola filantropi.

“Bagaimana kita membuat Danantara Trust ini menjadi filantropi yang kredibel, relevan, transparan, dan memiliki tata kelola yang tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan program-program yang dijalankan Danantara Indonesia Trust diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Rosan juga berharap Danantara Indonesia Trust tidak hanya menjadi lembaga pemberi dukungan pendanaan, tetapi juga mampu berperan sebagai katalis dan ecosystem enabler untuk memperkuat kolaborasi sosial lintas sektor.

“Kami harapkan ini adalah awal. Insya Allah ke depan kami akan lebih banyak menggandeng mitra dan partner lainnya,” kata Rosan.

Sementara itu, Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan pihaknya saat ini tengah membangun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) guna memastikan efektivitas program.

“Kami percaya mandat jangka panjang ini dapat dijalankan secara kredibel apabila dibangun dengan tata kelola yang baik sejak awal,” ujar Nuraini.