Puncak Karhutla Diprediksi Terjadi Pada 2023, Ditjen PKTL KLHK Gelar Rakor Pencegahan Karhutla di Provinsi Jambi

Berita, Daerah, Nasional898 Dilihat

Jambi – Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Ditjen PKTL KLHK) menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi pada Rabu, 5 Juli 2023 di Aula Rumah Dinas Kantor Gubernur Jambi.

Mewakili Gubernur Jambi, Sekretaris Daerah Sudirman menyampaikan Pemprov Jambi sangat mengapresiasi Rapat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla yang diinisiasi oleh KLHK tersebut.

Dalam kesempatannya, Sekda menjelaskan bahwa Provinsi Jambi memliki kawasan hutan yang cukup luas yakni lebih kurang 2,1 juta hektar, kemudian kawasan hutan mangrove 12 hektar lebih dan kawasan hidrologis gambut seluas kurang lebih 617 ribu hektar.

“Dengan potensi kawasan hutan yang cukup luas tersebut, satu sisi bisa berdampak positip sebagai penyerap karbon dioksida dan oenghasil oksigen. Namun disisi lain juga berpotensi untuk terjadinya karhutla jika tidak dikelola dengan baik,” kata Sekda Provinsi Jambi dalam sambutannya.

Berkaca dari peristiwa lampau Provinsi Jambi pernah mengalami bencana Karhutla yang parah yakni tahun 2015 kemudian di tahun 2019. Terdapat mitos bencana karhutla tiap periode 4 tahun di Provinsi Jambi.

Oleh karena itu, Sekda Sudirman pun menilai sangat penting untuk mengantisipasi bencana karhutla.

“Terima kasih pak Dirjen sudah melakukan Rakor di Jambi,” ujar Sudirman.

Disampaikan juga olehnya bahwa sejauh ini Pemprov Jambi tetap konsisten berkomitmen dalam upaya melestarikan lingkungan hidup dan juga mitigasi Karhutla yang dilakukan dengan penguatan kelembagaan serta seluruh stakehokder terkait juha pembinaan serta sosialisasi masyarakat peduli karhutla.

Sementara itu, Dirjen PKTL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rwanda A Sukardiman menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh pihaknya merupakan langkah guna menindaklanjuti Instruski Presiden dan Surat Edaran Menteri LHK soal pencegahan Karhutla.

“Hari ini kita berkumpul guna meningkatkan sinergitas, kesiapsiagaan kita memasuki puncak Karhutla tahun 2023. Momentum ini sangat penting dalam mengetahui sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi Karhutka yang diprediksi akan jauh daripada sebelumnya,” kata Dirjen PKTL, Rwanda Sukardiman.

Dirjen PKTL itu menegaskan, karhutla harus dapat dikendalikan atau dicegah sedini mungkin.

“Apresiasi kami kami sampaikam atas usaha dan keterlivatan seluruh stake holder di Provinsi Jambi dalam menangani
Karhuta 4 tahun terakhir di Provinsi Jambi,” ujar Rwanda.

Menurutnya, BMKG telah memprediksi bahwa terdapat potensi besar akan terjadinya Karhutla pada Puncak Kemarau 2023 di Provinsi Jambi. Oleh karena itu ia mendorong agar melalui rapat koordinasi ini ssmua pihak dapat berkolaborasi dalam upaya pencegahan ataupun penindakan terhadap bencana karhutla di Provinsi Jambi.

“Kalau kita bekerja dan berkoordinasi dengan baik, tidak akan terjadi lagi mitor karhutla 4 tahunan di Jambi,” katanya.

Meskipun diakui juga oleh dia bahwa data yang dihimpun pihaknya menunjukkan tren angka Karhutla di Provinsi Jambi cenderung menurun semenjak tahun 2015.

Menurutnya, Karhutla ditahun-tahun sebelumnya telah menjadi pelajaran berharga bagaimana agar langkah-langkah pencegahan lebih dikedepankan dalam menyikapi bencana Karhutla.

“Seperi arahan pak Presiden, itu pencegahan langkah utama yang harus kita upayakan,” katanya.

Dia pun mengharapkan agar semua pihak dapat bekerja sama dengan baik dalam mencegah atau meninimalisir terjadinya bencana karhutla, terlebih Indonesia kedepan akan segera menghadapi agenda-agenda baik internasional maupun nasional.

“Kami selaku tim supervisi pengendalian karhutla mengharapkan kerjasama yang baik dalam penanganan karhutla di Provinsi Jambi. Kami menghimbau kepada seluruh stakeholder agar dapat bersinergi. Harus dalam 1 komando. Sedini mungkin kita upayakan untuk pengendakian Karhutla ini. Semoga kita senantiasa dapat perkindungan dari Allah dan kita dapat bekerja sama secara optimal,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *