“FBI” Memperingatkan Jangan Mengecas Handphone Sembarangan di Tempat Umum

Edukasi, Teknologi1035 Dilihat

Jakarta – Pada zaman sekarang banyak tempat-tempat umum seperti stasiun, bandara, mal, sering menyediakan stasiun pengisian daya (charging station) gratis agar dapat memudahkan orang mengecas ponselnya.

Namun, belakangan, charging station di tempat umum, khususnya yang dengan model port USB dianggap tidak aman. Pasalnya, port USB tersebut berisiko menjadi tempat penyebaran perangkat lunak berbahaya (malicious software/malware).

Yang terbaru, FBI (Biro Investigasi Federal Amerika Serikat) juga mengeluarkan peringatan agar orang-orang menghindari ngecas HP di charging station di area publik, dikutip KompasTekno dari CBS News, Kamis, 20 April 2023.

Dalam sebuah twit, FBI mengungkapkan bahwa aktor jahat sudah menemukan cara untuk menyuntikkan malware dan software pengintai ponsel ke port USB yang ada di charging station.

FBI memberikan tanggapan berupa saran, lebih baik pengguna membawa kabel dan adapter charger miliknya sendiri, lalu mencolokkannya ke stop kontak yang ada di area publik, termasuk di charging station.

Namun, jangan gunakan metode pengecasan lewat port USB di charging station.

Alternatif lainnya, pengguna smartphone bisa membawa power bank miliknya sendiri.

Praktik Juice jacking secara teknis ketika pengguna memakai layanan pengisian daya gratis, peretas akan menginfeksi ponsel pengguna menggunakan malware.

Dengan begitu, mereka bisa mencuri data pribadi atau rahasia yang disimpan di ponsel. Praktik ini disebut Juice Jacking, yaitu serangan keamanan dengan menargetkan perangkat yang terhubung melalui USB.

Komponen utama yang berperan dalam praktik ini adalah port USB yang dihubungkan untuk mengisi daya ke ponsel.

Nah, slot USB yang digunakan itu kemungkinan bisa dihubungkan ke perangkat yang berbeda oleh peretas.

Dengan begitu, ketika pengguna menghubungkan ponselnya ke salah satu port pengisian daya itu, ponselnya menjadi rentan dan bisa jadi target pencurian data.

Di samping itu, peretas bisa mengendalikan ponsel pengguna dan melakukan aneka tindakan termasuk aksi kejahatan siber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *