JAKARTA – Performa dan efisiensi bahan bakar menjadi salah satu daya tarik Mitsubishi Xforce HEV. Mobil hybrid ini menggunakan mesin kode 4A92 1.600 cc 4-silinder Atkinson Cycle yang dipadukan dengan motor listrik.

Mesin hybrid yang digunakan Mitsubishi Xforce HEV tersebut juga digunakan pada Xpander HEV yang dijual di Thailand.

Teknologi mesin hybrid pada Xforce HEV merupakan generasi kedua yang lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar dan minim getaran dibandingkan generasi sebelumnya.

Mitsubishi Xforce HEV diproduksi di fasilitas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas tersebut sekaligus dipersiapkan sebagai basis produksi dan ekspor.

SUV kompak ini mendapat penyegaran di berbagai sektor, mulai dari desain, fitur, kenyamanan, hingga hadirnya varian Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang menjadi mobil hybrid pertama Mitsubishi di Indonesia.

Secara tampilan, Xforce HEV memiliki sejumlah ciri khusus, seperti pelek 18 inci, emblem Hybrid EV di beberapa bagian bodi, aksen grille depan, lampu belakang model clear smoke, serta penggunaan electric shifter.

Performa Mitsubishi Xforce HEV

Mitsubishi Xforce HEV mengandalkan mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik.

Motor listrik menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm. Sementara mesin bensin menyumbang tenaga 107 PS dengan torsi 134 Nm.

Dalam penggunaan harian, motor listrik menjadi penggerak utama pada berbagai kondisi, terutama ketika kendaraan mulai berjalan, melaju pada kecepatan rendah, atau menghadapi lalu lintas perkotaan.

Mesin bensin akan bekerja secara otomatis ketika dibutuhkan untuk mengisi baterai atau membantu akselerasi saat menanjak maupun ketika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar mengatakan, sistem hybrid pada Xforce HEV tetap mampu bekerja secara efisien meski kendaraan dipacu hingga kecepatan lebih dari 100 km per jam.

“Biasanya konsep hybrid bekerja optimal di kecepatan rendah atau saat stop and go. Tapi di mobil ini, pada kecepatan tinggi motor listrik masih bisa bekerja karena didukung sistem two-speed trans axle yang berbeda,” kata Rifat.

MMKSI juga membekali Xforce HEV dengan tujuh mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, serta tiga mode baru berupa Tarmac, EV Priority, dan Charge.

Mode EV Priority memungkinkan kendaraan lebih mengutamakan penggunaan tenaga listrik pada kondisi tertentu. Sementara Charge Mode berfungsi mengisi daya baterai.

Adapun Tarmac Mode dikembangkan untuk memberikan karakter berkendara yang lebih responsif di jalan beraspal.