Jakarta — Insiden penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di Sanliurfa, Turki, pada Selasa (14/4). Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang mengalami luka, termasuk siswa dan guru.

Pelaku diketahui merupakan seorang remaja yang juga mantan siswa di sekolah tersebut. Ia melancarkan aksinya menggunakan senapan laras panjang.

Menurut keterangan saksi mata, pelaku melepaskan tembakan secara membabi buta. Aksi tersebut bermula di halaman sekolah sebelum akhirnya berlanjut ke dalam gedung.

Setelah melakukan penyerangan, pelaku sempat dikejar oleh aparat kepolisian. Dalam proses tersebut, pelaku kemudian mengakhiri hidupnya.

Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan di lingkungan pendidikan yang menimbulkan korban luka di kalangan pelajar dan tenaga pengajar.