Jambi — Dugaan serangan siber yang menimpa Bank 9 memunculkan berbagai pertanyaan terkait kesiapan sistem keamanan dan respons insiden. Seorang analis keamanan siber independen yang enggan disebutkan namanya menilai terdapat indikasi kelemahan pada aspek deteksi dini serta pengelolaan akses dalam sistem.

Narasumber menegaskan bahwa analisis yang disampaikan didasarkan pada pola kejadian dan pendekatan teknis investigasi keamanan siber, bukan berasal dari akses internal bank.

“Ini murni analisis berbasis pola serangan yang umum terjadi. Namun dari indikasinya, ada kemungkinan pelaku sudah berada di dalam sistem sebelum akhirnya terdeteksi,” ujarnya.

Indikasi Dwell Time dan Monitoring

Menurut analis tersebut, salah satu indikator penting dalam insiden siber adalah dwell time, yaitu lamanya pelaku berada di dalam sistem tanpa terdeteksi.

“Kalau memang ada jeda waktu yang cukup panjang, ini biasanya berkaitan dengan monitoring yang tidak optimal atau alert yang tidak segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem perbankan modern, mekanisme pemantauan seharusnya mampu mendeteksi anomali secara real-time.

Dugaan Kompromi Kredensial

Dari sisi teknis, analis menilai bahwa pola transaksi yang tampak valid dapat mengindikasikan penggunaan kredensial sah oleh pelaku.