Jakarta — Ketidakpastian ekonomi global maupun domestik belakangan ini membuat banyak orang memilih bersikap lebih hati-hati dalam mengelola keuangan.

Sebagian bahkan mulai menarik dana dari investasi dan beralih menyimpan uang dalam bentuk tunai. Namun, apakah langkah tersebut sudah tepat?

Berikut sejumlah pandangan dari perencana keuangan yang dapat menjadi pertimbangan.

1. Perbanyak Uang Tunai, Tapi Tidak Berlebihan

Perencana keuangan Andi Nugroho menyebutkan bahwa dalam kondisi tidak menentu, likuiditas menjadi hal yang utama.

“Cash is the king, alias alangkah lebih amannya bila kita memegang uang kita dalam bentuk cash,” ujar Andi.

Meski demikian, menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai bukanlah solusi jangka panjang karena nilainya berpotensi tergerus inflasi.

2. Investasi Tetap Perlu, Asal Lebih Selektif

Menurut Andi, gejolak pasar justru dapat membuka peluang baru. Oleh karena itu, investasi tetap bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih selektif.

“Akan selalu ada kesempatan di setiap kekacauan,” ujarnya.

3. Pahami Profil Risiko Sebelum Berinvestasi

Andi menekankan pentingnya memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Setiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda.

“Yang penting banget itu tahu dulu profil risiko kita,” kata Andi.

Dengan memahami hal ini, investor dapat menentukan strategi yang sesuai, apakah cenderung konservatif atau agresif.