4. Sesuaikan Komposisi Portofolio

Dalam situasi seperti sekarang, strategi investasi perlu disesuaikan. Investor agresif disarankan mulai menambah porsi pada instrumen berisiko rendah.

Sementara itu, investor konservatif dapat fokus pada instrumen seperti deposito, logam mulia, atau Surat Utang Negara.

“Perlu mengalokasikan juga di instrumen yang lebih rendah risikonya,” jelas Andi.

5. Pastikan Dana Darurat Aman

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, mengingatkan pentingnya menyiapkan dana darurat sebelum mulai berinvestasi.

Dana darurat kerap dianggap sepele, padahal sangat krusial untuk menghadapi kondisi tak terduga tanpa harus mencairkan investasi.

“Minimal sekitar 2-3 bulan pengeluaran,” kata Dandy.

6. Jangan Takut Pasar Turun

Dandy menilai kondisi pasar yang sedang melemah justru dapat menjadi peluang bagi investor.

“Ibaratnya lagi diskon,” ujarnya.

Namun demikian, tetap diperlukan strategi agar tidak salah dalam menentukan waktu masuk pasar.

7. Masuk Bertahap, Hindari Sekaligus

Di tengah ketidakpastian, waktu terbaik untuk masuk pasar sulit diprediksi. Oleh karena itu, strategi bertahap dinilai lebih aman.

Dandy menyarankan penggunaan metode dollar cost averaging agar risiko lebih terjaga.

“Tapi masuknya jangan langsung besar di awal (lump sum), lebih baik dicicil pakai metode dollar cost averaging biar risikonya lebih terjaga, karena kita juga nggak tahu kapan titik terendahnya,” pungkasnya.