Jakarta — Seorang pria berusia 41 tahun di Iran mencoba mengatasi inkontinensia urine dengan cara yang berbahaya. Ia memasukkan lem super (superglue) ke dalam uretra atau saluran kencing karena kesulitan menahan buang air kecil.
Kasus tersebut dilaporkan dalam Caspian Journal of Internal Medicine dan dikutip Live Science. Pria itu sebelumnya mengalami inkontinensia urine selama sekitar satu bulan.
Alih-alih memeriksakan kondisinya ke dokter, ia mencoba mengoleskan lem super ke saluran kencing. Pada awalnya, tindakan tersebut disebut membuat keluhannya membaik.
Namun, sekitar empat hari setelah mulai menggunakan lem, kondisinya justru memburuk. Produksi urine semakin sedikit dan ia mulai mengalami nyeri ketika buang air kecil.
Pria tersebut kemudian berhenti menggunakan lem. Dua minggu kemudian, ia mendatangi klinik karena mengalami kesulitan buang air kecil.
Saat itu, ia mengeluhkan nyeri hebat ketika berkemih, aliran urine yang lemah, serta rasa sakit di bagian atas tulang kemaluan.
Lem Super Menyumbat Uretra
Pemeriksaan dokter mengungkap penyebab gangguan tersebut. Ditemukan benda keras di dalam uretra serta serpihan lem yang telah mengeras di sekitar lubang keluarnya urine.
Tim medis kemudian mencoba melakukan sistoskopi, yakni prosedur menggunakan alat berkamera untuk melihat bagian dalam uretra dan saluran kemih.
Namun, prosedur tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal karena adanya sumbatan. Alat sistoskopi tidak dapat dimasukkan cukup jauh ke dalam saluran kemih.
Dokter akhirnya memutuskan melakukan operasi untuk mengeluarkan gumpalan lem yang telah mengeras.
Dalam prosedur tersebut, dokter membuat sayatan sekitar 2 sentimeter pada bagian ujung penis. Dari saluran tersebut, tim medis berhasil mengeluarkan gumpalan lem super yang telah mengeras dan berbentuk seperti batang dengan panjang sekitar 10 sentimeter.
Setelah operasi dilakukan, pasien akhirnya dapat kembali buang air kecil secara normal.
Menariknya, dokter tidak menemukan penyebab inkontinensia urine yang dialami pria tersebut sebelum ia memasukkan lem ke saluran kencingnya.
Memasukkan Benda Asing ke Uretra Berisiko
Memasukkan benda asing ke dalam uretra dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Saluran tersebut memiliki jaringan yang sensitif sehingga tindakan semacam itu berisiko menyebabkan trauma, infeksi, hingga kerusakan jaringan.
Penggunaan lem super secara langsung juga dapat menyebabkan material mengeras dan menyumbat saluran keluarnya urine, seperti yang terjadi pada kasus pria tersebut.
Karena itu, gangguan buang air kecil sebaiknya tidak ditangani dengan memasukkan benda atau bahan tertentu ke dalam uretra tanpa pengawasan medis.
Apa Itu Inkontinensia Urine?
Inkontinensia urine merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan mengontrol kandung kemih sehingga urine dapat keluar tanpa disengaja.
Menurut Healthline, kondisi tersebut dapat ditandai dengan urine yang menetes hingga keluarnya seluruh isi kandung kemih pada situasi tertentu.
Penyebab inkontinensia urine beragam. Pertambahan usia menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risikonya karena otot yang menopang kandung kemih dapat melemah.
Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan masalah lain, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, pembesaran prostat, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang, inkontinensia urine perlu diperiksa agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Kasus pria di Iran tersebut menjadi contoh bahwa mencoba mengatasi gangguan buang air kecil secara mandiri dengan cara yang berbahaya justru dapat menimbulkan masalah baru dan membutuhkan tindakan medis.

