Bisa Terlihat ‘Bloon’ karena Tidak Mendengar

Tuli pada kucing dapat membuat perilakunya tampak berbeda di mata manusia. Kucing yang tidak dapat mendengar mungkin tidak merespons ketika dipanggil, tidak menyadari keberadaan manusia atau hewan lain dari arah tertentu, atau terlihat seperti mengabaikan suara di sekitarnya.

Padahal, perilaku tersebut bukan berarti kucing tidak memahami apa yang terjadi di sekelilingnya. Mereka hanya tidak menerima informasi melalui pendengaran seperti kucing pada umumnya.

Mengutip International Cat Care, kondisi tersebut mungkin ikut melahirkan anggapan bahwa kucing putih, terutama yang bermata biru, lebih ‘lemot’ atau ‘bloon’.

Kucing yang tuli sejak lahir tetap dapat menjadi hewan peliharaan yang baik. Pemilik hanya perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan memastikan lingkungan tempat tinggalnya aman.

Warna bulu tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan tingkat kecerdasan kucing. Kemampuan kucing dalam belajar, beradaptasi, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan manusia dipengaruhi banyak faktor.

Genetik, pengalaman, lingkungan, stimulasi, serta cara kucing dibesarkan dapat berperan terhadap perilakunya.

Karena itu, kucing putih yang terlihat lebih pendiam, tidak responsif, atau sering melakukan hal yang dianggap aneh tidak serta-merta berarti memiliki kecerdasan lebih rendah.

Kucing dengan gangguan pendengaran juga dapat beradaptasi dengan menggunakan indera lainnya. Mereka tetap mampu berinteraksi dengan manusia dan menjalani kehidupan normal dengan penyesuaian tertentu.