Ketegangan Timur Tengah Terus Meningkat

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset-aset militer AS.

Konflik tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran di kawasan, termasuk di Selat Hormuz.

Laporan Reuters menunjukkan lalu lintas kapal komersial melalui Selat Hormuz mengalami penurunan tajam pada pertengahan September di tengah meningkatnya konflik dan ancaman keamanan di kawasan.

Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka pada Juni yang mengatur penghentian operasi militer serta mekanisme untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.

Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh akibat perbedaan pendapat kedua pihak mengenai pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan masih berlangsung, sementara ancaman serangan baru dan respons militer dari kedua pihak terus menjadi perhatian di kawasan Timur Tengah.