6. Diare atau Gangguan Buang Air Besar

Diare juga dapat muncul pada infeksi cacing usus.

WHO memasukkan diare dan sakit perut sebagai salah satu manifestasi saluran pencernaan pada infeksi soil-transmitted helminths.

Meski demikian, diare jauh lebih sering disebabkan berbagai kondisi lain. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa diare merupakan tanda cacingan.

7. Perut Tampak Membuncit

Pada infeksi yang berat, gangguan status gizi dapat membuat perut anak tampak membuncit.

Dalam kasus infeksi dengan jumlah cacing yang sangat banyak, WHO juga mencatat adanya kemungkinan terjadi penyumbatan usus yang membutuhkan penanganan medis.

Kondisi seperti ini bukan gejala yang boleh dianggap sepele. Jika anak mengalami nyeri perut berat, muntah, perut membesar, atau sulit buang air besar, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis.

Bagaimana Anak Bisa Terkena Cacing?

Penularan cacing usus dapat berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari dan kondisi sanitasi.

Beberapa jalur penularannya antara lain:

  • Makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Mengonsumsi buah atau sayuran yang terkontaminasi.
  • Mengonsumsi air atau makanan yang tercemar.
  • Bermain di tanah yang terkontaminasi lalu memasukkan tangan ke mulut.
  • Berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi larva cacing tambang.

Karena itu, kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan air, menggunakan alas kaki, serta memperbaiki sanitasi menjadi bagian penting dalam pencegahan.