2. Nafsu Makan Menurun

Anak yang mengalami infeksi cacing dapat mengalami penurunan nafsu makan.

WHO menjelaskan bahwa beberapa infeksi cacing dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan berkurangnya asupan nutrisi. Infeksi juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi.

Karena itu, perubahan pola makan yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan, terutama jika disertai keluhan lain.

3. Gatal di Sekitar Anus, Terutama Malam Hari

Gatal di sekitar anus, khususnya pada malam hari, merupakan keluhan yang khas pada infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis).

Gejala ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman, gelisah, atau mengalami gangguan tidur.

Namun, gatal di sekitar anus juga dapat disebabkan masalah kulit atau kondisi lainnya sehingga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan cacingan.

4. Berat Badan Sulit Naik

Infeksi cacing yang cukup berat dapat mengganggu status gizi anak.

WHO menyebut infeksi soil-transmitted helminths dapat menyebabkan malnutrisi serta mengganggu asupan, pencernaan, dan penyerapan zat gizi. Pada infeksi berat, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik anak.

Karena itu, berat badan yang sulit bertambah perlu dipantau bersama pertumbuhan anak secara keseluruhan.

5. Mudah Lelah dan Tampak Lesu

Anak yang mengalami infeksi cacing tertentu dapat mengalami kelemahan dan mudah lelah.

Salah satu penyebabnya adalah cacing tambang yang dapat menyebabkan kehilangan darah kronis di saluran pencernaan dan berujung pada anemia.

Jika anak terlihat terus-menerus lemas, kurang bertenaga, atau mengalami penurunan kemampuan beraktivitas, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya.