Panglima Jilah Soroti Potensi Salah Tangkap

Panglima Jilah menyebut ada kemungkinan peladang yang ditangkap dalam penanganan karhutla merupakan korban salah tangkap. Ia mengatakan masyarakat adat akan ikut melihat dan menyeleksi persoalan tersebut.

“Kemungkinan ada (oknum yang membakar hutan ditangkap), tapi kemungkinan salah tangkap, mungkin ada yang berladang mungkin dikira berkebun. Nanti akan kita seleksi,” katanya.

Di sisi lain, Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Menurutnya, masyarakat yang melakukan pembakaran untuk berladang juga bertanggung jawab mengawasi lahannya.

“Masyarakat adat itu memang selalu monitoring. Jadi kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar di situlah kita yang akan monitoringnya,” ujarnya.

Masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui tokoh-tokoh adat agar pembakaran tidak dilakukan sembarangan. Menurut Panglima Jilah, hal tersebut berkaitan dengan hubungan masyarakat adat dengan lingkungan.

“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan. Karena masyarakat adat itu identik dengan dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam tidak ada masyarakat adat begitu dia. Kita menjaga,” katanya.

Karhutla Dibahas Panglima Jilah dan Prabowo

Panglima Jilah sebelumnya bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8). Dalam pertemuan tersebut, persoalan karhutla di Kalimantan Barat turut dibahas.

“Kita membahas tentang karhutla. Jadi beliau (Presiden Prabowo) membantu kita lewat personel untuk segera dan ini sudah dimulai, sekitar satu minggu sudah (membahas soal) karhutla,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah dukungan pemerintah untuk Kalimantan Barat, termasuk rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, serta dukungan TNI-Polri.

Dalam penanganan karhutla, Panglima Jilah mengatakan telah menyampaikan masukan mengenai kebutuhan tambahan personel. Presiden disebut menyatakan bersedia membantu.

Ia juga menyebut upaya pembuatan hujan serta penambahan helikopter telah dilakukan.