Ada Peluang Awan Hujan hingga 18 Agustus
Djamari mengatakan berdasarkan perkiraan pemerintah, terdapat peluang munculnya awan hujan dalam beberapa hari hingga 18 Agustus.
“Minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada. Kalau itu ada, itu memang mungkin anugrah yang diberikan kepada kita, mungkin menjelang 17 Agustus ini semoga itu akan keluar awan hujan itu,” katanya.
Peluang tersebut akan menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla.
BMKG juga mencatat bahwa OMC telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla. Dalam daftar operasi BMKG, sejumlah kegiatan OMC pada 2026 dilakukan atas kebutuhan BNPB dan kementerian terkait.
Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare
Berdasarkan catatan pemerintah, lebih dari 107 ribu hektare wilayah terdampak karhutla di Indonesia hingga awal Agustus 2026.
Pemerintah menyebut terdapat enam provinsi yang paling rawan terjadi karhutla, yaitu:
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
Penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara. Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca untuk menentukan peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Dengan kondisi tersebut, ketersediaan awan hujan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas OMC. Sementara ketika kondisi atmosfer tidak mendukung pembentukan awan potensial, penanganan di lapangan tetap membutuhkan operasi darat dan langkah pencegahan lainnya.

