BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pencegahan serta penanganan di lapangan. Sosialisasi juga digencarkan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Pabung Batanghari Mayor Inf. Widi Purwoko mengatakan seluruh unsur dilibatkan dalam upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga pemasangan spanduk dan pamflet peringatan.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi kemarau dan vegetasi mudah terbakar.
Sementara itu, BPBD Batanghari mencatat 65 titik api sepanjang Agustus 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla. Penggunaan masker dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika kualitas udara mulai terdampak kabut asap.
Karhutla di Tahura Senami bukan hanya soal luas hutan yang terbakar. Api telah memasuki ruang hidup satwa dan mengancam keseimbangan ekosistem yang berada di dalamnya.(GS/NK)

