• Pembiayaan sektor energi terbarukan yang melonjak 82 persen (yoy) menjadi Rp7,7 triliun.
  • Kredit untuk kendaraan listrik yang tumbuh 25 persen (yoy) menjadi Rp4 triliun.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Di tengah pertumbuhan pembiayaan, BCA tetap menjaga kualitas asetnya.

Perseroan mencatat rasio Loan at Risk (LAR) sebesar 4,9 persen, sedangkan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 1,9 persen.

Menurut manajemen, penyaluran kredit dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kondisi likuiditas perusahaan.

DPK dan CASA Terus Bertumbuh

Dari sisi pendanaan, BCA mencatat pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 10,2 persen (yoy) menjadi Rp1.082 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,9 persen (yoy) menjadi Rp1.284 triliun.

Porsi CASA mencapai 84,3 persen dari total DPK, yang turut membantu menjaga biaya dana (cost of fund) tetap rendah.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” kata Hera.