4. Aktifkan MAC Address Filtering

Setiap perangkat memiliki identitas unik berupa MAC Address.

Melalui fitur MAC Address Filtering, pengguna dapat membuat daftar perangkat yang diizinkan terhubung ke jaringan. Perangkat yang tidak terdaftar akan ditolak meskipun mengetahui kata sandi WiFi.

5. Nonaktifkan Fitur WPS

Fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS) memang memudahkan proses menghubungkan perangkat ke WiFi tanpa memasukkan kata sandi.

Namun, fitur ini memiliki sejumlah celah keamanan yang sering dimanfaatkan oleh aplikasi pembobol WiFi. Karena itu, sebaiknya WPS dinonaktifkan melalui menu keamanan router.

6. Rutin Perbarui Firmware Router

Produsen router secara berkala merilis pembaruan firmware untuk memperbaiki bug dan menutup celah keamanan.

Pastikan firmware router selalu diperbarui agar perlindungan terhadap ancaman siber tetap optimal.

7. Gunakan Guest Network

Saat ada tamu yang membutuhkan akses internet, sebaiknya gunakan fitur Guest Network.

Jaringan tamu dipisahkan dari jaringan utama sehingga perangkat tamu tidak dapat mengakses data atau perangkat lain yang berada di jaringan pribadi.

8. Matikan Remote Administration

Fitur Remote Administration memungkinkan pengaturan router dilakukan melalui internet dari lokasi lain.

Jika tidak benar-benar dibutuhkan, fitur ini sebaiknya dinonaktifkan agar akses ke pengaturan router hanya bisa dilakukan melalui jaringan lokal.

9. Aktifkan Firewall Router

Sebagian besar router modern telah dilengkapi firewall bawaan.

Pastikan fitur ini selalu aktif untuk membantu menyaring lalu lintas data yang mencurigakan dan mengurangi risiko serangan dari luar jaringan.

Menerapkan langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga keamanan jaringan WiFi sekaligus mencegah akses tidak sah yang berpotensi memperlambat koneksi maupun membahayakan data pribadi pengguna.