JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf, ke Provinsi Jambi, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial meninjau Sekolah Rakyat (SR) Sentra Alyatama Jambi serta progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi yang berlokasi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu dan tidak didasarkan pada seleksi akademik.

“Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anak-anak mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas. Dan ini adalah hadiah dari Bapak Presiden Prabowo bagi mereka keluarga yang belum beruntung agar anaknya bisa menimba ilmu pendidikan yang baik,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat mengusung konsep sekolah berasrama yang memberikan pendampingan kepada siswa selama 24 jam dengan fasilitas pendukung yang memadai. Program ini mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

“Proses pembelajaran sudah dimulai sejak 14 Juli 2025. Saat ini Sekolah Rakyat beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Yang saat ini juga proses rekrutmen untuk tenaga pengajar, keamanan, tukang masak dan kebersihan masih dilakukan,” jelasnya.

Siswa Dinilai Semakin Percaya Diri dan Disiplin

Gus Ipul mengapresiasi perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat di Kota Jambi. Setelah sekitar 10 bulan mengikuti proses pembelajaran, para siswa dinilai menunjukkan perubahan positif.

“Saya gembira, anak-anak kita terlihat makin percaya diri. Pertumbuhan fisiknya juga cukup bagus, makin sehat, lebih disiplin, dan semakin betah mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Dengan dukungan yang baik dari Gubernur dan Wali Kota kita bisa melihat pembangunan Sekolah Rakyat saat ini, yang nantinya akan difasilitasi dengan fasilitas yang sangat mendukung untuk proses belajar siswa,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat Bagan Pete Capai 70 Persen

Terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete, Gus Ipul menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai 70 persen.

“Target akhir Juni bisa selesai, sekarang sudah 70 persen. Ditempat inilah nanti ada 1.000 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA dari keluarga tidak mampu di Kota Jambi mengikuti proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penetapan peserta didik dilakukan oleh pemerintah daerah berdasarkan data yang diverifikasi secara berjenjang hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data berdasarkan dari tingkat paling bawah melalui RT, Dinas, hingga Kepala Daerah dan akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang selanjutnya hasilnya menjadi pedoman,” jelas Menteri Sosial.

Maulana Pastikan Seleksi Calon Siswa Terus Berjalan

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa proses penjangkauan dan verifikasi calon siswa Sekolah Rakyat terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi.

“Alhamdulillah untuk jenjang SMP dan SMA penjangkauan telah selesai sampai pengecekan tempat tinggal masing-masing. Sehingga dapat dipastikan siswa-siswi yang dipilih berada pada Desil I atau keluarga tidak mampu,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, untuk jenjang Sekolah Dasar masih diperlukan pendekatan kepada para orang tua agar bersedia melepas anak-anak mereka mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.

Maulana berharap pembangunan Sekolah Rakyat Bagan Pete dapat selesai sesuai target sehingga dapat segera digunakan pada tahun ajaran baru.

“Semoga tahun ajaran baru bisa beroperasi setelah pembangunan selesai, sehingga siswa di Sentra Alyatama semuanya bisa pindah kesini,” harapnya.

Menurut Maulana, Sekolah Rakyat Kota Jambi juga akan menampung peserta didik dari luar daerah, termasuk anak-anak dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

“Sebelum daerah lain memiliki Sekolah Rakyat, melalui Pemerintah Provinsi Jambi, jika ada peserta didik yang dari luar maka akan dititipkan dulu di SR Kota Jambi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat yang dibangun di Bagan Pete nantinya dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pemprov Jambi Dorong Perluasan Program Sekolah Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami berterima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat ini. Ini murni program Bapak Presiden dan Kementerian Sosial,” ujar Al Haris.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat dengan status hukum yang jelas.

Saat ini, menurut Al Haris, terdapat dua lokasi Sekolah Rakyat yang telah dibangun, yakni di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sementara enam lokasi lainnya masih dalam proses pengembangan, yaitu Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun.

Al Haris berharap program tersebut dapat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan membuka masa depan yang lebih cerah.