“Alhamdulillah untuk jenjang SMP dan SMA penjangkauan telah selesai sampai pengecekan tempat tinggal masing-masing. Sehingga dapat dipastikan siswa-siswi yang dipilih berada pada Desil I atau keluarga tidak mampu,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, untuk jenjang Sekolah Dasar masih diperlukan pendekatan kepada para orang tua agar bersedia melepas anak-anak mereka mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.

Maulana berharap pembangunan Sekolah Rakyat Bagan Pete dapat selesai sesuai target sehingga dapat segera digunakan pada tahun ajaran baru.

“Semoga tahun ajaran baru bisa beroperasi setelah pembangunan selesai, sehingga siswa di Sentra Alyatama semuanya bisa pindah kesini,” harapnya.

Menurut Maulana, Sekolah Rakyat Kota Jambi juga akan menampung peserta didik dari luar daerah, termasuk anak-anak dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

“Sebelum daerah lain memiliki Sekolah Rakyat, melalui Pemerintah Provinsi Jambi, jika ada peserta didik yang dari luar maka akan dititipkan dulu di SR Kota Jambi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat yang dibangun di Bagan Pete nantinya dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pemprov Jambi Dorong Perluasan Program Sekolah Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami berterima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat ini. Ini murni program Bapak Presiden dan Kementerian Sosial,” ujar Al Haris.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat dengan status hukum yang jelas.