Gubernur menilai kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
Selain itu, Al Haris turut menyoroti pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan perkantoran pemerintah. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk memperhatikan kondisi kantor, fasilitas sanitasi, hingga ketersediaan tempat sampah yang memadai.
“Kalau kita sudah bersih, baru kita menilai ke bawah sampai ke kabupaten dan kota. Ini penting agar budaya bersih dan hidup sehat benar-benar menjadi kebiasaan,” katanya.
Al Haris berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi juga menyerahkan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung aksi perubahan iklim. Penghargaan diberikan kepada instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah, perusahaan, sekolah, individu, hingga kelompok masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Gubernur Al Haris turut membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat. Dalam sambutannya, Menteri menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Pertobatan ekologis menuntut kita untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan, tetapi kewajiban moral dan sosial bagi generasi sekarang maupun yang akan datang, serta harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat,” ucap Menteri.

