Selain menjadi akses menuju kampus dan kawasan permukiman, ruas tersebut juga dilalui angkutan batu bara serta menjadi penghubung utama Jalan Tol Trans Sumatera dengan Kota Jambi.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, mengungkapkan bahwa ruas tersebut sudah mengalami over capacity dan masuk kategori blackspot atau titik rawan kecelakaan.

“Dalam kurun waktu 2024 hingga 2026 saja, sudah terjadi 88 kecelakaan dengan 12 korban jiwa,” ungkapnya.

Ia menilai kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama saat jam kerja, jam kuliah, dan aktivitas mahasiswa di kawasan kampus Mendalo.

“Pembangunan jalur II adalah kebutuhan mendesak,” tegasnya.

Pemkab Muaro Jambi Dukung Penuh

Bupati Bambang Bayu Suseno menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, kapasitas jalan saat ini sudah tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas setiap hari.

“Dalam satu jam saja ada sekitar 400 sampai 700 kendaraan melintas. Solusinya memang pembangunan dua jalur,” katanya.

Ia berharap proyek tersebut nantinya mendapat dukungan pembiayaan dari APBN melalui sinergi pemerintah daerah, DPR RI, dan Kementerian PU.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kemungkinan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.