Jakarta — Insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 38 korban lainnya telah berhasil dievakuasi.

VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menyampaikan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung.

“Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada empat teridentifikasi meninggal dunia,” ujar Anne, dikutip dari detikcom, Senin (27/4).

“Nanti identitasnya, ya di rumah sakit sudah di rumah sakit,” tambahnya.

Anne memastikan upaya evakuasi dipercepat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta dari arah Gambir dan Senen.

“Kami upayakan secepatnya, ini yang tadi makanya kita setop kereta dari Gambir dan Senen supaya mempercepat evakuasi,” jelasnya.

Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL yang terlibat kecelakaan sempat berhenti akibat insiden lain di jalur perlintasan.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Franoto saat dihubungi, Senin (27/4).

Setelah berhenti, KRL tersebut kemudian tertabrak kereta api jarak jauh, yaitu KA Argo Bromo, yang datang dari arah belakang.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya.

Hingga kini, proses penanganan di lokasi kejadian masih terus dilakukan, sementara pihak terkait berfokus pada evakuasi korban dan pengamanan jalur kereta.