JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz menyoroti dugaan keterkaitan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan banjir bandang yang melanda Kabupaten Sarolangun.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah DPRD Provinsi Jambi menerima informasi dan laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas ilegal yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan di wilayah terdampak.

“Kami mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat yang mencurigai bahwa banjir bandang ini diakibatkan oleh aktivitas ilegal seperti Peti dan sebagainya,” kata Hafiz.

Menurutnya, banjir bandang yang terjadi diduga tidak terlepas dari kerusakan ekosistem yang menyebabkan dampak luapan air menjadi semakin besar.

Hafiz mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan demi mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan harus dijalankan sesuai regulasi, memiliki legalitas yang jelas, serta mematuhi aturan perlindungan lingkungan yang berlaku.

Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir pihak yang mencari keuntungan.

DPRD Provinsi Jambi, kata Hafiz, juga akan segera menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat untuk membahas penanganan persoalan tersebut.

“DPRD Provinsi Jambi menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh sesuai dengan tugas dan kewenangan lembaga jika diperlukan bantuan lebih lanjut guna menangani permasalahan tambang ilegal dan dampak pascabencana di Sarolangun,” pungkasnya.

Wabup Sarolangun Ingatkan Potensi Banjir Susulan

Di sisi lain, Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun Gerry Trisatwika mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.

Imbauan tersebut disampaikan karena berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di Kabupaten Sarolangun dalam dua hari ke depan.

Sebagaimana diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Minggu (26/4) dini hari menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun.

Wilayah yang terdampak tersebar di Kecamatan Bathin VIII, Batangasai, Cermin Nan Gedang, dan Kecamatan Sarolangun.

Banjir yang dipicu oleh luapan anak Sungai Batangasai dan Batang Tembesi tersebut merendam permukiman warga, lahan pertanian, serta merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, terutama di kawasan daerah aliran sungai yang rentan terdampak bencana hidrometeorologi.