“Kalau aktivitas terlihat seperti transaksi normal, kemungkinan besar pelaku menggunakan akses yang legitimate. Ini bisa terjadi akibat phishing atau lemahnya kontrol akses,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan autentikasi berlapis pada sistem kritikal untuk mencegah skenario tersebut.

Sorotan pada Log dan Forensik Digital

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan log sistem sebagai dasar investigasi forensik.

“Log itu kunci. Kalau tidak lengkap atau tidak terjaga integritasnya, maka proses rekonstruksi kejadian akan sulit dilakukan secara akurat,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem perbankan seharusnya memiliki standar tinggi dalam hal pencatatan dan pengamanan log.

Evaluasi Respons Insiden

Terkait penanganan, analis menekankan bahwa kecepatan respons sangat menentukan besarnya dampak insiden.

“Dalam banyak kasus, bukan hanya serangannya yang jadi masalah, tapi bagaimana responsnya. Keterlambatan sedikit saja bisa memperbesar kerugian,” ujarnya.

Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

Sebagai lembaga keuangan, bank memiliki kewajiban untuk melaporkan insiden kepada regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan dan berkoordinasi dengan BSSN.

Analis tersebut menilai bahwa transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.