Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima masukan dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDes Merah Putih) sebagai hub perdagangan. Usulan tersebut disampaikan agar harga barang bisa lebih murah dan seragam di tingkat pedagang kecil.

Menurut Ferry, APKLI meminta pemerintah memperkuat ekonomi lokal dengan mengintegrasikan pedagang kaki lima ke dalam ekosistem KopDes Merah Putih.

“Koperasi Desa adalah solusi yang dapat mengembalikan perputaran ekonomi di desa, agar keuntungan dari kegiatan ekonomi tetap dirasakan oleh masyarakat desa itu sendiri,” ujar Ferry saat ditemui di kantornya, Kamis (26/2).

Ia menambahkan, kehadiran KopDes Merah Putih diharapkan mampu menyediakan barang dengan harga lebih terjangkau bagi pedagang kaki lima maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Jadi nanti jualannya lebih murah. Sekarang kita akan promosikan produk-produk UMKM lokal untuk dijual di gerai-gerai milik Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.

Dalam upaya menyerap produk UMKM, KopDes Merah Putih akan bekerja sama dengan BUMDes, warung, serta pasar tradisional di masing-masing wilayah.

“Kalau Koperasi Desa ini salah satu kegiatannya retail modern, ya nanti keuntungannya akan kembali kepada masyarakat desa,” katanya.

Lebih lanjut, Ferry menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengkaji revisi aturan ritel modern yang tertuang dalam Perpres Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

“Tapi kalau dari masukan teman-teman APKLI, ada Peraturan Presiden 112, ada paket kebijakan ini, menurut saya ini akan kita kaji. Saya akan juga membicarakan dengan Kementerian Perdagangan atau pihak-pihak yang terkait pemerintah,” tegas Ferry.