Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polri meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Arahan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim di Aula Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memerintahkan seluruh personel di daerah untuk mampu menciptakan rasa aman serta menghadirkan keadilan dalam proses penegakan hukum di tengah masyarakat.

“Ini menunjukkan wujud komitmen kita untuk bersama-sama melaksanakan penegakan hukum yang menjadi perhatian khusus pemerintah dan juga memberikan rasa aman dan memberikan keadilan bagi masyarakat,” kata Sigit.

Menurut Sigit, Rakernis tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kualitas penegakan hukum di tengah tantangan kejahatan yang semakin kompleks.

Ia menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) harus terus dibarengi dengan peningkatan kolaborasi dan sinergi antaraparat penegak hukum agar proses penegakan hukum dapat berjalan optimal sesuai arah kebijakan pemerintah.

“Rakernis kali ini adalah bagian dari upaya dari Bareskrim dan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan penguatan kualitas dan kemampuan SDM,” tuturnya.

Kapolri juga menyoroti dinamika global yang dinilai memunculkan berbagai potensi kejahatan baru yang perlu diantisipasi bersama.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital disebut turut mendorong munculnya modus baru dalam kejahatan transnasional.

“Kita menghadapi situasi global yang juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri dan tentunya ini juga memunculkan celah-celah hukum baru yang tentunya harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Selain itu, Sigit menyinggung penerapan KUHP dan KUHAP baru yang dinilai membutuhkan penyesuaian paradigma dalam penegakan hukum, termasuk penerapan restorative justice.

“Paradigma KUHP dan KUHAP yang baru yang tentunya banyak memberikan ruang keadilan restoratif di semua tingkatan, tidak hanya sekedar atributif, dan semuanya ini tentunya perlu dipahami oleh seluruh anggota,” ujarnya.

Dalam Rakernis tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang turut hadir juga mengapresiasi langkah Polri dalam memperkuat keamanan ruang digital.

Menurut Meutya, kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Polri sangat membantu dalam menghadapi berbagai tindak kejahatan berbasis teknologi digital.

Ia mengatakan berbagai bentuk kejahatan saat ini semakin memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga diperlukan langkah dan terobosan baru dalam penanganannya.

Ke depan, pemerintah berharap kerja sama lintas lembaga dapat semakin diperkuat, terutama dalam memberantas judi online, penipuan digital, serta berbagai kejahatan yang menyasar anak-anak dan kelompok rentan.

“Kita harapkan kerja sama dalam program-program yang menjadi atensi Bapak Presiden, termasuk di antaranya judi online, kemudian scam, dan kejahatan-kejahatan lain apalagi yang menyasar anak-anak dan kaum rentan,” tutupnya.