KCBN Muaro Jambi Jadi Penghubung Sejarah Indonesia-Tiongkok

Maulana menilai hubungan sejarah Indonesia dan Tiongkok dapat menjadi salah satu landasan untuk membangun kerja sama pada masa kini dan masa mendatang.

Ia menyebut jejak hubungan peradaban tersebut antara lain dapat dilihat dari sejarah KCBN Muaro Jambi yang pada masa lalu berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan dan keagamaan Buddha di kawasan Asia.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” ujar Maulana.

Menurutnya, warisan sejarah tersebut bukan hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi baru.

Peluang tersebut antara lain mencakup pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, pertukaran budaya, serta penguatan jejaring antarkota.

Turis China Disebut Jadi Kunjungan Terbanyak

Dalam paparannya, Maulana juga menyampaikan data mengenai kunjungan wisatawan ke Kota Jambi.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu (people to people),” ucapnya.

Menurut Maulana, kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan masyarakat yang dapat menjadi modal untuk memperkuat kerja sama di masa mendatang.

Pemerintah Kota Jambi menyatakan terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk terhubung dengan dunia internasional.

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.