JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mempercepat pembangunan dan pembenahan tujuh depo sampah yang tersebar di sejumlah titik. Seluruh pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendukung kelancaran pengangkutan dari lingkungan masyarakat.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pekerjaan pada tujuh depo tersebut masih berlangsung. Meski demikian, fasilitas yang sedang dibenahi tetap digunakan untuk mendukung pelayanan persampahan.

“Insyaallah, di akhir bulan ini sudah selesai. Tapi untuk fungsi depo walaupun masih berjalan tetap berjalan,” kata Maulana, Senin (10/8/2026).

Sampah dari rumah-rumah warga yang diangkut melalui Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) tetap dibawa ke tujuh depo tersebut.

“OPBM yang mengangkut dari rumah ke rumah itu membuang ke tujuh depo sampah yang saat ini dibangun,” ujarnya.

Depo Dilengkapi Kontainer Organik dan Anorganik

Pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas penampungan sekaligus membuat pengelolaan sampah lebih tertata.

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pengecoran lantai depo menggunakan beton. Fasilitas tersebut juga akan dilengkapi kontainer untuk menampung dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

“Nanti di lantai depo semua dicor beton, kemudian ada kontainer organik dan anorganik,” jelas Maulana.

Dengan fasilitas tersebut, pengelolaan sampah di depo diharapkan dapat dilakukan secara lebih teratur sesuai jenis sampah yang dikumpulkan.

Air Lindi Ikut Dikelola

Pembenahan depo sampah Kota Jambi juga mencakup pengelolaan air lindi yang berasal dari proses penumpukan sampah.

Maulana mengatakan air lindi akan dikelola dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu.

“Air lidinya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik menyiram tanaman,” katanya.

Pemkot Jambi memastikan proses pembangunan dan pembenahan tujuh depo tidak menghentikan pelayanan persampahan kepada masyarakat.

“Saat ini semua depo lagi dalam proses di tujuh titik. Tapi untuk pelayanan sampah tetap jalan,” tegasnya.

997 RT Sudah Terapkan OPBM

Selain membenahi depo, Pemkot Jambi terus memperluas penerapan OPBM sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Melalui sistem tersebut, sampah masyarakat diangkut dari rumah ke rumah sebelum dibawa ke depo yang telah disiapkan.

Pada tahap pertama, sebanyak 997 RT di Kota Jambi telah menjalankan sistem pengangkutan sampah melalui OPBM.

Penerapan sistem tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah lebih teratur sekaligus mengurangi persoalan sampah yang menumpuk di lingkungan masyarakat.

Sementara RT yang belum masuk dalam penerapan tahap pertama akan menjadi sasaran pengembangan pada tahap kedua Program Kampung Bahagia.

“Untuk sisanya akan diselesaikan di tahap kedua Kampung Bahagia. Sehingga semua bisa menggunakan OPBM dan depo sudah mendekati sempurna,” pungkasnya.