Fasilitas Umum Turut Rusak

Guncangan gempa tidak hanya berdampak pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan.

Fasilitas yang terdampak antara lain tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, perkantoran, serta fasilitas umum lainnya, termasuk akses jalan.

Di tengah proses penanganan dampak gempa, tim SAR gabungan tetap disiagakan di sejumlah lokasi. Hingga saat ini, tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang akibat gempa bumi.

Tim SAR tersebut terdiri dari 63 personel Basarnas dan 1.799 orang potensi SAR.

“Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” ucap Berton.

Selain operasi pencarian dan pertolongan, pelayanan medis darurat juga terus diupayakan sejak terjadinya gempa.

Pos komando akan mengoperasikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak.

Gempa Susulan Capai 1.576 Kali

Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali hingga saat ini. Gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo 6,2.

Sementara itu, BMKG mencatat dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 54 gempa dirasakan oleh warga.

Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Kondisi tersebut diperkirakan mulai stabil dalam 2-3 minggu ke depan.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Gempa tersebut berpusat di Kabupaten Nagakeo.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Per Senin (17/8), BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT bertambah menjadi 68 jiwa. Sebanyak 213 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.