2. Ekspor Minyak dan Pencabutan Sanksi

Persoalan berikutnya berkaitan dengan minyak Iran dan sanksi ekonomi AS.

Pasal 10 mengatur mekanisme yang memungkinkan Iran kembali mengekspor minyak mentah, produk minyak bumi, serta memperoleh layanan terkait, termasuk aspek perbankan internasional, asuransi, dan pengiriman.

Ketentuan tersebut menjadi penting bagi Teheran karena pencabutan pembatasan ekonomi merupakan salah satu bagian dari manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kesepakatan.

Namun, implementasi ketentuan tersebut belum berjalan sesuai harapan. Iran menilai AS masih perlu memenuhi komitmennya, sementara Washington menuntut langkah dari Teheran terkait ketentuan lain dalam kesepakatan.

3. Pencairan Aset Iran

Isu ketiga menyangkut aset keuangan Iran yang dibekukan.

Pasal 11 mengatur komitmen AS untuk mencairkan aset Iran yang sebelumnya dibatasi. Mekanisme pencairan aset tersebut menjadi bagian dari pembahasan implementasi kesepakatan.

Persoalan ini kemudian menjadi salah satu titik penting dalam hubungan kedua negara karena Iran menginginkan adanya kepastian mengenai pelaksanaan komitmen ekonomi AS.

Pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa implementasi ketentuan dalam MoU perlu berjalan sebelum pembicaraan mengenai kesepakatan final dapat dimulai. Pasal 13 disebut mengatur bahwa pembicaraan kesepakatan komprehensif baru dapat dimulai setelah ketentuan tertentu, termasuk Pasal 1, 4, 5, 10, dan 11, diterapkan dan terus berjalan.

Upaya Diplomasi AS-Iran Masih Buntu

Kebuntuan implementasi MoU membuat masa depan kesepakatan damai AS-Iran belum jelas.

Pada 12 Agustus 2026, seorang pejabat senior Iran mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai perpanjangan gencatan senjata. Iran meminta AS kembali pada ketentuan kesepakatan sebelumnya dan menetapkan jadwal untuk memenuhi komitmennya.

Upaya mediasi masih berlangsung melalui pihak ketiga, termasuk Pakistan dan Qatar. Namun, hingga saat ini belum ada kemajuan yang cukup untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, Selat Hormuz, sanksi dan ekspor minyak, serta pencairan aset Iran tetap menjadi tiga persoalan penting yang perlu diselesaikan apabila AS dan Iran ingin kembali membangun kerangka kesepakatan.