JAKARTA – Penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI tidak hanya diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Piala Dunia 2026 akan mulai bergulir pada Kamis (11/6) malam. Turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut digelar di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Pada edisi kali ini, TVRI menjadi penyelenggara siaran yang memungkinkan masyarakat Indonesia menikmati pertandingan secara gratis.

Direktur Utama Pengganti Antarwaktu LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengatakan siaran Piala Dunia merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam menghadirkan hiburan yang dapat diakses masyarakat di seluruh Indonesia.

“Tentunya Piala Dunia yang diselenggarakan penyiaran yang diselenggarakan oleh TVRI adalah merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk memberikan sajian hiburan untuk masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, disiarkan secara gratis dan untuk juga kemudian selain hiburan adalah dapat menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui UMKM-UMKM yang terlibat dari beragam kegiatan, salah satunya adalah nonton bareng,” ujar Fiki dalam acara terkait pelaksanaan siaran FIFA World Cup 2026 di Mabes Polri, Rabu (10/6).

Nobar Diharapkan Dorong Ekonomi Lokal

Menurut Fiki, kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai daerah berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang terlibat selama penyelenggaraan turnamen.

Ia menjelaskan berbagai kegiatan nobar yang akan berlangsung telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan mendapatkan dukungan dari aparat keamanan.

“Dari mulai tentunya dari sisi keamanan, ketertibannya, dari sisi izin pelaksanaan kegiatannya, bahkan sampai dengan kegiatan inisiasi kegiatan dari nonton bareng yang akan insyaallah diselenggarakan oleh pihak Kepolisian sesuai dari arahan Bapak Kapolri, dari mulai tingkat Polda, Polres, Polsek,” jelasnya.

Tingkatkan Antusiasme Masyarakat

Fiki berharap siaran Piala Dunia 2026 dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Menurutnya, perhelatan olahraga berskala global seperti Piala Dunia memiliki potensi untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Insyaallah ini kemudian di tengah situasi yang memang kita ingin dorong adalah ekonomi masyarakat dapat bergerak dari perhelatan Piala Dunia yang disiarkan TVRI,” ujarnya.

Piala Dunia 2026 menjadi salah satu ajang olahraga internasional yang paling dinantikan masyarakat. Selain menyajikan pertandingan sepak bola kelas dunia, turnamen ini juga diharapkan dapat menghadirkan manfaat ekonomi melalui berbagai aktivitas pendukung yang berlangsung di daerah.