Dari dalam Penjara Tocorón, Guerrero membangun jaringan kekuasaan yang kuat dan menjadikan fasilitas tersebut sebagai basis operasional kelompoknya. Berbagai laporan menyebut penjara itu berada di bawah kendali penuh organisasi yang dipimpinnya.
Membesarkan Tren de Aragua
Di bawah kepemimpinan Nino Guerrero, Tren de Aragua berkembang pesat dari kelompok kriminal lokal menjadi organisasi lintas negara.
Kelompok ini diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal, mulai dari pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, hingga penambangan ilegal. Operasi mereka meluas ke sejumlah negara di Amerika Latin dan menjadi perhatian aparat penegak hukum internasional.
Pengaruh Tren de Aragua semakin besar hingga memiliki ribuan anggota dan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Venezuela. Organisasi tersebut kemudian ditetapkan Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing karena aktivitas kriminal lintas negara yang mereka lakukan.
Kabur Saat Penggerebekan Besar
Pada September 2023, pemerintah Venezuela mengerahkan sekitar 11.000 personel keamanan untuk mengambil alih Penjara Tocorón yang selama bertahun-tahun menjadi markas Tren de Aragua.
Meski operasi berlangsung besar-besaran, Nino Guerrero berhasil lolos dari penangkapan. Sejak saat itu, keberadaannya menjadi misteri dan masuk daftar buronan internasional. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan hadiah jutaan dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Tewas dalam Operasi Gabungan
Pada Juni 2026, Nino Guerrero dilaporkan tewas dalam operasi gabungan antara aparat Venezuela dan Amerika Serikat di negara bagian Bolívar.

