Jakarta — Banyak pemilik kucing kerap menghadapi kebiasaan anabul yang tidak pernah menghabiskan makanannya. Meski terlihat rewel saat waktu makan terlambat, kucing sering kali hanya menyantap sebagian makanan yang sudah tersedia.

Sisa makanan tersebut biasanya akan dicicil sepanjang hari, atau kucing justru meminta makanan baru meskipun mangkuknya masih terisi. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah.

Penelitian Ungkap Pola Makan Kucing

Peneliti dari Jepang menemukan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan faktor penciuman, bukan sekadar rasa kenyang. Studi yang dilakukan oleh Masao Miyazaki dan timnya dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2026.

“Studi ini menunjukkan bahwa penghentian makan prematur pada kucing domestik sangat berkaitan dengan faktor penciuman dan bukan hanya rasa kenyang fisiologis,” tulis para peneliti, seperti dikutip dari Gizmodo.

Dalam penelitian tersebut, 12 kucing diuji menggunakan enam jenis makanan kering komersial yang berbeda, mulai dari tipe A hingga F. Tipe F diketahui sebagai yang paling disukai.

Pada percobaan awal, kucing diberi makanan dalam enam siklus selama dua jam. Ketika makanan yang sama diberikan berulang, jumlah konsumsi kucing justru menurun, bahkan untuk makanan favorit mereka.

Sebaliknya, ketika jenis makanan diganti, nafsu makan kucing meningkat. Bahkan dalam eksperimen lain, setelah lima siklus makanan yang sama, pemberian makanan baru di siklus berikutnya mampu meningkatkan kembali nafsu makan, meskipun makanan tersebut sebelumnya kurang disukai.

Hasil ini menunjukkan bahwa paparan aroma makanan yang sama secara terus-menerus dapat menurunkan minat makan. Sebaliknya, variasi aroma justru merangsang nafsu makan kucing.