Jakarta — Para astronot NASA yang tergabung dalam misi Artemis II berhasil memotret Bumi dari orbit, menampilkan gambaran dramatis planet yang tampak semakin menjauh dari posisi mereka.

Komandan misi, Reid Wiseman, menggambarkan pengalaman tersebut dengan perumpamaan sederhana.
“Rasanya seperti berjalan ke halaman belakang rumah, mengambil gambar bulan. Begitulah rasanya saat ini mencoba mengambil gambar Bumi,” ujarnya, melansir Reuters.

Dari jarak sekitar 64 ribu kilometer, Wiseman menyebut Bumi terlihat seperti bola dunia yang semakin mengecil dan diterangi cahaya matahari.

Astronot lainnya, Christina Koch, menggambarkan potret tersebut sebagai pemandangan yang luar biasa indah.
“Anda bisa melihat garis pantai benua, sungai-sungai yang terlihat silau karena matahari, melihat awan badai yang tinggi, melihat Kutub Selatan yang diterangi cahaya. Sungguh luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini NASA belum merilis gambar yang diambil oleh awak misi. Rencananya, foto-foto tersebut akan dipublikasikan setelah momen yang dianggap lebih dramatis tercapai.

Pada hari keenam perjalanan, para astronot diperkirakan mencapai jarak sekitar 405 ribu kilometer dari Bumi. Ini menjadi titik terjauh yang pernah dicapai dalam misi tersebut, di mana Bumi akan tampak tidak lebih besar dari bola basket jika dilihat dari sisi jauh Bulan yang tertutup bayangan.

Saat ini, awak pesawat tengah mendekati fase keluar orbit Bumi yang akan membawa mereka menuju lintasan ke arah Bulan.

Peluncuran misi Artemis II dilakukan di Kennedy Space Center, Amerika Serikat, menandai misi berawak menuju Bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Roket andalan NASA, Space Launch System, diluncurkan pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat.

Selain Wiseman dan Koch, misi ini juga melibatkan Victor Glover dari Amerika Serikat dan Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka dijadwalkan mengorbit Bulan tanpa melakukan pendaratan, guna menguji sistem navigasi dan pendukung kehidupan di ruang angkasa dalam.

Misi ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, dengan pola perjalanan yang menyerupai Apollo 8 pada 1968.