Hari ini, Parlilitan berada di persimpangan: tetap menjadi wilayah yang kaya sejarah namun sunyi narasi, atau bangkit sebagai pusat sejarah perjuangan yang dikenal luas. Pilihan itu ada pada kita.
Jika kita benar-benar menghormati perjuangan Sisingamangaraja XII, maka penghormatan terbaik bukan hanya dengan mengenang namanya, tetapi dengan merawat, menulis, dan mempopulerkan jejak sejarah yang ada di tanah Parlilitan. Karena sejatinya, sejarah yang tidak dinarasikan perlahan akan dilupakan, dan warisan yang tidak diperjuangkan akan kehilangan maknanya bagi generasi masa depan.
Halaman



