Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggandeng wilayah penyangga untuk menyediakan fasilitas park and ride guna mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum (transum). Langkah ini ditempuh sebagai upaya menekan kebiasaan penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu pemicu kemacetan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan harapannya agar warga tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi sejak dari rumah hingga memasuki wilayah Jakarta sebelum beralih ke transportasi umum.
“Saya itu mengharapkan orang jangan dari rumah menggunakan kendaraan pribadi sampai masuk ke Jakarta baru menggunakan transportasi umum Jakarta. Yang saya harapkan park and ride itu ada di dekat rumah masing-masing,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/2) seperti dikutip dari Antara.
Kolaborasi dengan Daerah Penyangga
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan sejumlah daerah penyangga, yakni Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Penyediaan park and ride di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan yang masuk ke Jakarta setiap hari.
Jika fasilitas itu terwujud, Pramono menilai tingkat kemacetan di Jakarta dapat menurun secara signifikan.
Selain park and ride, ia juga berharap daerah penyangga membangun halte Transjabodetabek yang layak dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan halte yang memadai akan mendorong peningkatan jumlah pengguna transportasi umum.
“Jangan kemudian, mohon maaf semuanya jadi beban Jakarta. Karena sekarang ini semua alat transportasinya sepenuhnya Jakarta. Termasuk subsidi-nya sepenuhnya Jakarta. Saya hanya berharap kemudian haltenya mohon bisa disiapkan juga yang baik. Supaya siapapun yang akan turun nggak kepanasan dan kehujanan,” ungkap Pramono.



