Mengapa 205 Derajat Celsius Dianggap Ideal?
Meski suhu 205 derajat Celsius memberikan hasil paling seimbang, para peneliti tidak menyebutnya sebagai satu-satunya cara sempurna. Preferensi tekstur dan tingkat kerenyahan tiap orang tetap berbeda.
Dari hasil pengujian terlihat pola yang cukup jelas:
-
185 derajat Celsius: Proses pengeringan berlangsung lebih lambat dan dalam waktu 12 menit belum mencapai tingkat kematangan yang ditargetkan.
-
225 derajat Celsius: Kue mengembang sangat cepat dan mencapai puncak pada menit keempat, lalu menyusut akibat penguapan air yang lebih cepat sehingga hasilnya lebih kering.
-
205 derajat Celsius: Titik mengembang tertinggi terjadi pada menit keenam sebelum struktur mengeras di akhir pemanggangan. Pada suhu ini, kelembapan lebih terjaga tanpa membuat kue kurang matang.
Suhu 205 derajat Celsius dinilai berada di titik tengah yang optimal: cukup panas untuk membentuk struktur dan tingkat kematangan yang tepat, namun tidak menyebabkan pengeringan berlebihan.
Corradini menyebut timnya kini memasuki tahap penelitian lanjutan untuk menyempurnakan model perhitungan tersebut agar bisa diterapkan pada jenis makanan lain.
“Industri makanan tidak dikenal karena pemodelannya yang luar biasa. Kami sedikit tertinggal, jadi kami mencoba menyederhanakannya untuk memvalidasi keseluruhan kue kering,” ujarnya.
Meski proses memanggang tidak sepenuhnya dapat diprediksi, penelitian ini diharapkan dapat membantu praktik memasak sehari-hari di dapur.



