Tingginya antusias peserta pada Sekolah Kebangsaan (SK) ini dapat dilihat dari jumlah kehadiran peserta yang melebihi kuota yang disediakan yaitu 100 peserta. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Perpustakaan Universitas Sari Mutiara, Bapak Roberto Roy Purba S.E., M.Sc., yang disampaikan dalam sambutannya sekaligus membuka acara. Beliau juga memaparkan apresiasi atas kegiatan Sekolah Kebangsaan yang mampu mengenalkan literasi digital dan antisipasi hoaks di berbagai universitas yang ada di kota Medan.

Yovita Sabarina Sitepu S.Sos., M.Si., selaku penanggung jawab Tular Nalar FISIP USU menyampaikan bahwa Sekolah Kebangsaan kali ini tidak jauh berbeda dengan Sekolah Kebangsaan yang sebelumnya dilaksanakan di FISIP USU. “Secara garis besar tema SK kali ini sama dengan SK sebelumnya, masih terkait pelatihan berfikir kritis guna menangkal hoaks terutama bagi pemilih pemula, namun ada penambahan materi pasca pencoblosan” jelasnya dalam wawancara. “Yang membedakan dan menarik kali ini seluruh fasilitator dan tim adalah perempuan, serta pihak Universitas Sari Mutiara juga baik dalam memfasilitasi ruangan, peralatan dsb” tambah Yovita.

Salah satu peserta Sekolah Kebangsaan, Indah Hutauruk menyampaikan kesan baik dari kegiatan ini. Bagi Indah, Sekolah Kebangsaan memberikan pengetahuan yang baru khususnya tentang hoaks dimasa pemilu. “Saya menyerap ilmu baru tentang bagaimana hoaks itu sangat berpengaruh dan bisa memasuki pikiran kita dalam mengambil tindakan agar tidak adanya Kacau IDE (Kacau Isi, Kacau Diri, dan Kacau Emosi)”, paparnya. Firman Laia selaku Peserta juga menambahkan harapan dari terselenggaranya acara ini “semoga acara ini bermanfaat bagi peserta dan ada perubahan dalam menyaring informasi hoaks”.