“Tapi karena ada aturan yang membatasi sekolah-sekolah negeri tidak diizinkan untuk mengakses beasiswa itu, itu yang kami pertanyakan,” katanya.
Pernyataan Yasir itu, langsung di interupsi pula oleh Anggota DPRD Kota Jambi, Fraksi Golkar, Joni Ismed.
Kata Joni, program Kota Jambi Cerdas tidak perlu dipolitisasi.
“Saya berharap teman-teman jangan jual program beasiswa itu berasal dari Caleg. Tidak boleh, jadi waktu kampanye dulu Janganlah jual-jual program yang mengklaim bahwa beasiswa itu berasal dari dirinya (Caleg). Ada yang klaim bahwa dia (Caleg) yang memperjuangkan. Nggak ada itu, ini kan program Kota Jambi Cerdas yang sudah ditata oleh pemerintah kota Jambi, memang diperuntukkan untuk masyarakat, terutama bagi siswa yang kurang mampu,” kata Joni.
Saat ditanya apakah ada ditemukan permasalahan itu (Caleg Jual Program Pemerintah), Joni mengatakan ada ditemukan.
“Ada yang menjual program-program seperti itu, tapi kan kita berharap jangan sampai program pemerintah itu dimasuki oleh ranah ranah politisasi, itu tidak baik, ya kan?. Tunjukkan saja bahwa dia (Caleg) mampu menarik beasiswa dari pusat, ambil saja seperti dulu. Mengklaim bahwa perjuangan dari dewan, padahal itu merupakan program pemerintah pusat yaitu Presiden Jokowi. Nah sekarang ambil aja itu lagi di Jakarta,” kata Joni.



